27 July 2010

Penyimpanan Barang

Pengertian Penyimpanan Barang adalah “Menempatkan barang dalam kondisi tunggu untuk di order atau dipersiapkan untuk diproses selanjutnya. Penyimpanan dilakukan sesuai dengan karakteristik barang.”

Didalam aktifitas penyimpanan barang ini terdapat 2 point penting yang tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya:

  • Menempatkan barang didalam kondisi tunggu
  • Karakteristik barang
Menempatkan barang dalam kondisi tunggu; artinya barang dikondisikan untuk berada dalam satu satuan waktu dan selama didalam proses tunggu tersebut agar barang tetap “hidup” maka harus ditempatkan didalam kondisi yang sesuai dengan karakteristik barangnya.
Karakteristik barang; tergantung dari jenis barang yang disimpan dan harus disesuaikan dengan kondisi penyimpanannya. Contoh, penyimpanan diruangan dingin diperlukan untuk menyimpan buah/sayuran, sedangkan untuk barang-barang pangan kemasan dapat disimpan didalam suhu normal (ambient).

Put Away dan Let Down
Proses put away dan let down biasanya dilakukan untuk penyimpanan yang mempergunakan rak tinggi.

Put Away adalah aktifitas penempatan barang yang telah di cek (sesuai dengan dokumen) dan telah dicatatkan kedalam system menuju ketempat penyimpanan barang dengan aman dan sesuai dengan lokasi yang sedangkan
Let Down adalah aktifitas pengambilan barang dari lokasi penyimpanan ke lokasi picking face (penyiapan barang) sesuai dengan lokasi asal, lokasi dituju dan kuantitas yang tepat

Put Away dapat dilakukan dengan 2 cara:
  • Direct put away
  • Directed put away
Jika sebuah gudang tidak memiliki Warehouse Management System, maka put away/letdown dapat dilakukan dengan cara manual:
  1. Tentukan area penyimpanan sesuai dengan kelompok/jenis barang
  2. Letakan barang yang sering keluar/masuk didekat pintu keluar/pintu masuk
  3. Catat lokasi dimana barang diletakan
  4. Jika perlu, tentukan staff yang menangani barang per kelompok/jenis barang
  5. Lengkapi dengan pest control, monitor suhu dan pastikan tidak ada kebocoran pada atap gudang
Secara umum put away/let down dapat ditingkatkan dengan cara:
  1. Direct put away
    - Put away langsung ke lokasi picking atau penyimpanan
    - Pengurangan penumpukan barang dan aktifitas inspeksi
  2. Directed put away
    WMS akan memberikan arahan lokasi penyimpanan dan dilakukan oleh operators.
  3. Batched and sequenced put away
    Barang masuk akan di pilah-pilah untuk put away per zone di dalam Gudang dan per lokasi.
  4. Interleaving
    Kombinasi antara put away dan let down
Salah kaprah adalah kesalahan yang terjadi dilapangan, tetapi karena kesalahan tsb terus menerus terjadi, maka sudah dianggap ‘kaprah’ (biasa).
Beberapa salah kaprah yang harus dihindari di gudang anda didalam proses put away/let down diantaranya:

  1. Letak lokasinya jauh, letakan saja ditempat yang terdekat
  2. Pallet bentrok, jalanpun berkelok
  3. Picking face penuh, sisa letdown terjatuh
  4. Tak ada forklift, memanjatpun jadi
  5. Konfirm dokumen put away sebelum put away
  6. Malas mencatat, (dijamin) malang didapat
(penjelasan detail selanjutnya ada di Buku Hand Book Logistik Indonesia I)


free counters


No comments:

Post a Comment

Post a Comment